BRIS Naik, Asing Malah Kabur|Melonjak 9,77% ke Rp1.910
BRIS Melesat, Data Asing Bicara Lain
Saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BRIS melonjak 9,77 persen ke level Rp1.910 pada penutupan perdagangan Senin ini. Kenaikan itu menjadikan BRIS pencetak kenaikan tertinggi di antara seluruh emiten perbankan, mengungguli BCA, Mandiri, dan BRI yang juga menghijau hari ini.
Investor Relation BSI, Rizky Budinanda, menyebut kombinasi membaiknya sentimen aliran dana asing dan fundamental yang terjaga menjadi pendorong kenaikan ini. Ia menyebutnya sinyal bahwa minat pasar terhadap bank syariah pelat merah itu masih tinggi.
Namun data perdagangan sesi yang sama menunjukkan cerita berbeda. Investor asing tercatat membukukan net sell senilai Rp302,86 miliar di pasar reguler, dengan saham perbankan besar sebagai sasaran utama penjualan itu. Bank Mandiri, bukan BRIS, yang menjadi saham paling banyak dilepas asing hari ini.
Kenapa BRIS Kebagian Cuan, Bank Lain Malah Dijual
Rinciannya memperjelas arah tekanan itu. Bank Mandiri dilepas asing senilai Rp229,11 miliar, disusul Astra International Rp69,86 miliar, dan BCA Rp53,43 miliar, seluruhnya dalam satu sesi perdagangan yang sama.
Namun angka itu menyimpan detail yang mengubah pembacaannya. Secara volume, asing justru mencatat net beli 218,56 juta lembar saham pada sesi yang sama, hanya secara nilai transaksi yang berbalik menjadi net jual. Artinya dana besar keluar dari saham blue chip berharga tinggi seperti Mandiri dan BCA, sementara pembelian bergeser ke saham dengan volume besar namun nilai per lembar lebih kecil.
Bandingkan dengan Jumat pekan lalu, ketika asing membukukan net beli jumbo pada bank-bank besar. BCA memimpin dengan net beli Rp698,3 miliar, disusul Mandiri Rp374,8 miliar, BRI Rp267,7 miliar, dan BRIS sendiri hanya kebagian Rp29,1 miliar. Akumulasi asing pekan lalu justru minim di BRIS, jauh di bawah tiga bank pelat merah lainnya.
Kalau akumulasi asing pekan lalu justru minim di BRIS, apa yang benar-benar mengangkat sahamnya lebih dari sembilan persen hari ini? Volume transaksi BRIS tercatat 64,8 juta lembar dengan turnover Rp116,6 miliar dan frekuensi 15.134 kali, mengindikasikan pembelian ramai dari basis investor yang lebih luas, bukan semata aliran asing besar seperti klaim manajemen.
RDG BI Jadi Penentu Arah Sebenarnya
Jawaban paling dekat ada pada keputusan Bank Indonesia. Rapat Dewan Gubernur BI pada 21-22 Juli ini diperkirakan ekonom Trimegah Sekuritas bakal menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin, demi menjaga daya tarik arus modal asing yang menurut hitungannya masih dibutuhkan sekitar US$11 miliar hingga akhir tahun.
Kenaikan suku bunga acuan biasanya menekan margin bunga bersih perbankan, tapi di sisi lain memperkuat daya tarik rupiah bagi investor asing yang sepanjang tahun berjalan masih mencatat net sell kumulatif Rp91,04 triliun. Bagi BRIS, ini pisau bermata dua antara tekanan margin jangka pendek dan potensi arus masuk asing yang lebih deras.
Bagi yang sudah memegang BRIS, sinyal untuk dicermati adalah apakah net buy asing bertahan secara nilai, bukan sekadar lonjakan volume ritel sesaat. Bagi yang baru mempertimbangkan masuk, keputusan RDG BI besok menjadi pemicu tunggal. Kenaikan bunga yang direspons rupiah menguat dan asing kembali net buy secara nilai akan mengonfirmasi rally ini sebagai fondasi baru, sementara arus asing yang tetap net jual meski bunga naik akan menandakan lonjakan hari ini sekadar euforia jangka pendek.
- [emitennews.com] Asing Kembali Masuk, Saham BRIS Meroket 9,77 Persen - Emitennews.com
- [suara.com] Asing Kembali Borong Saham Bank, IHSG Makin Kuat? - maybanktrade.co.id
- [katadata.co.id] IHSG naik 0,86% di sesi I, asing jual saham bank - IDNFinancials.com
- [emitennews.com] Asing Kembali Borong Saham Big Banks! BBCA Pimpin Net Buy Rp698 Miliar…
- [tempo.co] Ekonom Trimegah Menilai BI Rate Perlu Naik 25 Basis Poin - Tempo.co
- [investor.id] Pasar Tunggu Sinyal Akhir Kenaikan Suku Bunga BI - investor.id