Telkom|Rp49,9 T, Belum Terbukti
Apa yang Sebenarnya Dipindahkan
Telkom mengumumkan penyelesaian Spin-Off InfraCo Tahap 2 pada 7 Agustus 2026. Nilai pengalihan yang diberitakan mencapai Rp49,9 triliun.
Namun, ini bukan uang tunai yang masuk ke Telkom. Dokumen pemisahan menyebut aset dan liabilitas ditukar dengan saham baru InfraNexia, sehingga kepemilikan Telkom hampir tidak berubah.
Karena itu, angka Rp49,9 triliun lebih tepat dibaca sebagai penataan wadah aset, bukan laba baru. Pertanyaan investasinya bergeser: apakah wadah baru itu bisa menjual kapasitas fiber ke pasar eksternal?
Bukti Operasional InfraNexia
InfraNexia mencatat pendapatan Rp7,7 triliun pada semester pertama 2026. Pendapatan dari pelanggan di luar TelkomGroup tumbuh 31 persen menjadi Rp939 miliar.
Data ini memberi bukti awal bahwa aset tersebut mulai memiliki pasar di luar grup. Tetapi pendapatan eksternal masih sebagian kecil dari total, sehingga pertumbuhan 31 persen belum sama dengan perubahan model bisnis.
Margin EBITDA InfraNexia mencapai 54,5 persen, dan jaringan yang dikelola sekitar 112.000 kilometer. Jadi, spin-off menambah fokus operasional, tetapi nilai baru hanya akan terbukti jika pelanggan eksternal terus bertambah.
Restrukturisasi dan Beban Lama
Spin-off fiber berjalan bersamaan dengan penataan portofolio Telkom. Hingga semester pertama 2026, delapan anak usaha ditutup, dua lainnya didivestasi, dan dua entitas digabung ke Mitratel.
Telkom juga merencanakan pemangkasan 34 dari 67 entitas. Divestasi AdMedika dan Telkomedika menghasilkan keuntungan pajak Rp429 miliar, tetapi itu belum membuktikan kinerja fiber membaik.
Dokumen transaksi menunjukkan pendapatan segmen Wholesale Fiber turun dari Rp25,19 triliun pada 2024 menjadi Rp22,72 triliun pada 2025. Laba segmen juga turun dari Rp13,9 triliun menjadi Rp11,79 triliun.
Artinya, alasan utama spin-off bukan karena bisnis fiber sedang melonjak. Telkom sedang mencoba mengubah aset yang melemah menjadi platform yang lebih mudah dimonetisasi.
Kapan Nilainya Teruji?
Jadwal resmi memberi titik uji yang konkret. Batas keberatan kreditur adalah 21 Agustus 2026, sedangkan RUPS untuk persetujuan pemisahan dijadwalkan 30 September 2026.
Sampai titik itu, investor belum mendapat bukti dari transaksi itu sendiri bahwa laba konsolidasian akan naik. Ukuran yang lebih berarti adalah kenaikan pendapatan eksternal, bukan besar nilai aset yang dipindahkan.
Kesimpulan sementara: Telkom sedang membangun mesin monetisasi, bukan membukukan nilai baru hari ini. Jika pelanggan eksternal dan pendapatan fiber membesar setelah jadwal itu, spin-off mendapat konfirmasi; jika tidak, ia tetap menjadi reorganisasi aset.
- [koran-jakarta.com] Telkom (TLKM) Rampungkan Spin-Off InfraCo ke InfraNexia - Bloomberg Te…
- [market.bisnis.com] Telkom (TLKM) Spin Off Bisnis Fiber Rp49,86 Triliun, Ini Jadwalnya - B…
- [sukoharjonews.com] InfraNexia dari TelkomGroup Catat Kinerja Positif, Perkuat Infrastrukt…
- [idntimes.com] Bertambah 2, Telkom Indonesia Tutup 8 Anak Usaha! - IDN Times
- [teknologi.bisnis.com] Telkom Targetkan Pemisahan Aset Fiber Infranexia Tahap II Rampung Seme…
- [liputan6.com] TLKM Cetak Laba Bersih Rp10,6 Triliun Semester I-2026 - Bloomberg Tech…