United Tractors|Laba Anjlok 88%, Tapi Cerita Sesungguhnya Cuma Turun 48%
Laba Anjlok 88%, Tapi Bukan Cerita yang Terlihat
PT United Tractors Tbk resmi merilis laporan keuangan semester I 2026, dan angkanya mengejutkan pasar. Laba bersih yang dapat diatribusikan ke pemilik induk anjlok 88 persen year on year, dari Rp8,13 triliun menjadi hanya Rp956 miliar. Pendapatan bersih perseroan turun 15 persen menjadi Rp58,3 triliun dari Rp68,5 triliun pada semester I 2025.
Namun angka 88 persen itu menyembunyikan gambaran yang jauh lebih rumit. Jika non-recurring items dikeluarkan, laba bersih perseroan sebenarnya hanya turun 48 persen menjadi Rp4,3 triliun. Selisih besar antara dua angka ini berasal dari pos nonberulang senilai Rp3,3 triliun yang membebani laporan semester ini.
Perseroan mencatat pos nonberulang itu terutama berasal dari penurunan nilai investasi pada Supreme Geothermal Energy, ditambah pembayaran terkait kegiatan sebelumnya di kawasan hutan sehubungan dengan Persetujuan Pemanfaatan Kawasan Hutan di tambang nikel Stargate. Ini bukan kerugian operasional berulang, melainkan pencatatan akuntansi satu kali yang mendistorsi angka laba bersih headline.
Akar Masalah: Tambang Emas yang Sempat Berhenti
Penyebab utama tekanan pendapatan adalah penjualan emas dari Tambang Emas Martabe yang dikelola anak usaha PT Agincourt Resources. Penjualan emas anjlok 82 persen menjadi sekitar 23 ribu ons ekuivalen emas, dari 125 ribu ons pada periode yang sama tahun lalu. Akibatnya, pendapatan segmen pertambangan emas dan mineral lainnya merosot 66 persen menjadi Rp2,4 triliun.
Yang membuat cerita ini lebih dalam, Tambang Emas Martabe sejatinya sempat menghentikan operasional sementara, dan bahkan sempat akan diambil alih pemerintah untuk diserahkan ke BUMN Perminas di bawah Danantara. Namun rencana pengambilalihan itu batal, dan tambang tersebut kembali dikelola PT Agincourt serta sudah beroperasi lagi sejak kuartal kedua 2026.
Ini mengubah cara membaca angka laba semester pertama. Penurunan penjualan emas yang menekan laba terjadi karena tambang berhenti di awal tahun, bukan karena permintaan emas melemah atau bisnis inti kehilangan daya saing. Dengan Martabe sudah kembali beroperasi sejak kuartal dua, dampak penutupan itu semestinya tidak berulang di paruh kedua tahun ini.
Alat Berat Juga Tertekan, Tapi Ada Penopang
Di luar soal emas, segmen inti alat berat UNTR juga melemah. Penjualan alat berat Komatsu turun 27 persen menjadi 1.994 unit, terutama karena penjualan big machine di sektor pertambangan anjlok 55 persen menjadi 325 unit. Pendapatan segmen alat berat pun turun 28 persen menjadi Rp15 triliun, akibat alokasi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya batu bara nasional 2026 yang lebih rendah.
Namun tidak semua segmen tertekan. Segmen kontraktor penambangan yang dijalankan Pamapersada Nusantara dan Kalimantan Prima Persada justru mencatat kenaikan pendapatan 4 persen menjadi Rp27,2 triliun, ditopang penguatan kurs dolar AS. Volume pemindahan tanah memang turun 10 persen dan produksi batu bara klien turun 3 persen, tetapi penguatan kurs cukup menahan penurunan pendapatan segmen ini.
Bagi investor yang memegang atau mengamati UNTR, sinyal paling relevan bukan angka 88 persen di headline, melainkan dua hal: pemulihan Martabe yang sudah berjalan sejak kuartal dua, dan keputusan manajemen melanjutkan program buyback tahap keempat senilai maksimal Rp2 triliun hingga 30 September 2026. Secara kumulatif perseroan telah membeli kembali 237 juta saham senilai sekitar Rp7,1 triliun sejak 2022. Manajemen menyebut langkah ini mencerminkan keyakinan atas prospek jangka panjang, sekaligus indikasi bahwa penurunan laba di semester pertama dipandang internal sebagai kondisi sementara, bukan pelemahan struktural. Paruh kedua tahun ini menjadi titik ukur yang sebenarnya menentukan apakah pembacaan itu terbukti benar.
- [investor.id] Pendapatan United Tractors (UNTR) Turun 15% dan Laba Bersih Anjlok di…
- [antaranews.com] United Tractors (UNTR) Cetak Pendapatan Rp58,3 Triliun Semester I/2026…
- [viva.co.id] Laba United Tractors (UNTR) Anjlok 88% di Semester I-2026 - Bloomberg…
- [liputan6.com] UNTR Kantongi Pendapatan Rp 58 Triliun hingga Semester I 2026 - Liputa…
- [suara.com] Tambang Emas Martabe Tak Jadi Diambil Danantara, Pendapatan UNTR Turun…
- [emitennews.com] Memburuk, ini Performa Keuangan UNTR Paruh I 2026 - Emitennews.com
- [ekonomi.republika.co.id] Pendapatan United Tractors (UNTR) Capai Rp 58,3 Triliun pada Semester…